Senin, 03 Desember 2012

BEBALNYA YAHUDI

 
 Sebenarnya kebanyakan kaum yahudi pada zaman nabi sudah mengetahui ciri-ciri dan sifat-sifat nabi yang terakhir melalui kitab-kitab mereka. Seringkali mereka bertanya dan berdialog dengan agar dapat mereka cocokkan antara jawaban nabi dengan apa yang telah mereka pelajari. Namun karena kesombongan dan kedengkian mereka, mereka tidak mau mengikuti kebenaran yang telah nyata bagi mereka.

Berikut ini salah satu bentuk dialognya, disamping banyak dialog-dialog yang lain...

Ada sejumlah orang yahudi yang datang menghadap Rosulullah saw, lalu mereka mengatakan,

“Wahai Abul Qasim, kami akan menanyakan lima hal kepadamu, jika engkau memberitahukannya kepada kami maka kami akan mengakui engkau sebagai nabi dan kami akan mengikutimu.”

Kemudian beliau mengambil janji dari mereka seperti Israil (Ya’kub) mengambil janji dari anak-anaknya, dengan mengatakan, “Allah adalah saksi terhadap apa yang telah kita ucapkan (ini)” (QS. Yusuf: 66)

Beliau bersabda, “Ajukanlah.”

Maka mereka mengatakan, “Beritahukan kepada kami tanda kenabian!”

Beliau menjawab, “(Meskipun) matanya tidur tetapi hatinya tetap tidak tidur.”

Mereka bertanya lagi, “Beritahukan kepada kami bagaimana janin bisa menjadi perempuan atau laki-laki!”

Beliau menjawab, “Kedua air mani (laki-laki dan perempuan) bertemu. Jika air mani laki-laki itu lebih unggul dari pada air mani perempuan maka akan lahir anak laki-laki. Dan jika air mani perempuan yang lebih unggul daripada air mani laki-laki, maka akan lahir anak perempuan.”

Selanjutnya mereka berkata, “Beritahukan kepada kami apa yang diharamkan oleh Israil (Ya’kub) atas dirinya sendiri!”

Beliau menjawab, “Ia menderita penyakit encok, tetapi ia tidak mendapatkan sesuatu yang sesuai dengannya kecuali susu ini dan itu – imam Ahmad meriwayatkan sebagian mereka mengatakan, yakni susu unta – lalu ia mengharamkan dagingnya.”

Mereka berkata, “Engkau benar, sekarang beritahukan kepada kami apa petir itu?”
Beliau bersabda, “Itu adalah salah satu malaikat Allah yang diserahi awan, di tangannya – atau kedua tangannya – pembelah api, yang dengannya menghalau awan dan menggiringnya ke arah mana yang diperintahkan Allah kepadanya.”

“Lalu yang terdengar itu suara apa?” lanjut mereka bertanya.

Beliau menjawab, “Itu adalah suaranya (malaikat).”

Mereka serentak berkata, “Engkau benar. Dan masih satu lagi tersisa, yaitu suatu hal yang jika engkau memberitahukannya, maka kami akan mengikutimu. Sungguh tidak ada seorang nabipun melainkan ada satu malaikat yang datang kepadanya membawa berita. Maka beritahukan kepada kami siapa malaikat yang menjadi temanmu itu?”

“Jibril as.” Jawab beliau.

Mereka lantas berkata, “Jibril yang turun membawa peperangan, pertumpahan darah dan siksa itu adalah musuh kami. Seandainya engkau mengatakan Mikail, yang biasa turun membawa rahmat, tumbuh-tumbuhan dan hujan, tentu terjadi (apa yang kami janjikan kepadamu).”

Maka Allah menurunkan ayat, “Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu Telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Baqarah: 97).
(HR. Ahmad)

************

Itulah watak orang yahudi yang bebal dan keras kepala. Sudah mengetahui ilmunya namun tidak mau mengikuti dan mengamalkannya. Selalu saja ada bantahannya. Maka jika ada orang dari kaum muslimin yang seperti itu berarti ia tak ada bedanya dengan orang yahudi.

Na'udzubillahi min dzalik
Abu Muhammad
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar