Kamis, 05 Juli 2012

AIR MINERAL ADES YANG SANGAT ZIONIS

Ades merek air minum kemasan milik The Coca Cola Company meluncurkan kemasan baru yang diklaim lebih ramah lingkungan (18/4). AdeS adalah merek dagang air minum tersedia di Indonesia. The Coca Cola Company mengakuisisi air merek Ades kemasan sebesar $ 20 juta pada tahun 2000 sebagai bagian sebesar $ 45 juta investasi di negara itu sejak tahun 1999 di bawah International Tbk PT Akasha Wira.


Kemasan Ades ini berubah warna dari warna dasar biru muda dan tepi biru tua menjadi warna dasar putih dengan tepi hijau. Logo Ades juga berubah, yakni menjadi gambar daun dan berwarna hijau yang berbentuk seperti kincir. Jika kita memutar logo Ades terbaru maka akan kita dapatkan sebuah logo bintang david (detail bisa dilihat di gambar).


The Coca Cola Company merupakan perusahaan air minum yang berbasis di Amerika. The Coca Cola Company mengklaim 1,7 miliar produknya terdistribusi di 200 negara dalam sehari.

Saat ini, The Coca-Cola Company memiliki nilai portfolio US$ 15 miliar di seluruh dunia dan mempekerjakan 700.000 karyawan di seluruh dunia. Coca-Cola masuk ke Indonesia sejak tahun 1927, dan diproduksi secara lokal pertama kalinya tahun 1932.


Saat ini, Coca Cola Amatil Indonesia, cabang dari The Coca Cola Company memiliki sembilan pabrik di Indonesia. Sedangkan air mineral Ades diproduksi di pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia di Cibitung.


Sebelumnya juga pernah diberitakan bahwa terdapat
pesan anti Islam dalam logo Coca Cola, yang jika logo Coca Cola dilihat melalui cermin maka akan terbaca sebagai tulisan arab yang berbunyi "La Muhammad la Makkah" yang dalam bahasa Indonesia berarti "Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah".

Tidak hanya itu, Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) juga pernah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir, dimana dijabarkan bahwa
PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari "Pay Every Penny to Save Israel" atau "Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel."
 
Bahkan jika melihat ke balik kemasan, terdapat symbol-symbol kecil yang juga adalah pensamaran symbol ular melilit.

5 komentar:

  1. saudaraku yang seharusnya yg di Boycott bukan cuma produk2 diatas.. tapi,juga listrik karena ditemukan oleh seorang yg berdarah yahudi ( james watt), lampu ( thomas alfa edison), TV (Philo T. Farnsworth), komputer (Charles Babbage ), printer (Johannes Guternberg),Microsoft Windows ( William Henry Bill Gates),internet (Leonard Kleinrock),handphone ( Martin Cooper) dan masih milyaran temuan didunia ini yg ditemukan atau oleh pemikiran bangsa yahudi... harus fanatic untuk tidak memakainya...malu juga kita kalo,, yg lain kita Boycott tapi yang lain kita masih pergunakan...info..Wa Sallam

    BalasHapus
  2. Allah itu adil,kita tidak perlu banyak2 berfikir dengan menciptakan banyak penemuan2.kita cukup menikmatinya dan memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah swt :)
    lagian,ilmu pengetahuan juga banyak terdapat di dalam Alquran jika kita banyak mengkajinya , mulai dari tata surya, kedokteran dan masih banyak lagi .

    BalasHapus
  3. Lha yg nulis blog ini hidupnya dimana ya ?

    BalasHapus
  4. Memboycot produk2 barang orang2 kafir tidak pernah diajarkan oleh rosululla dan para shahabat, Justru yang paling penting dan HARUS diboycut adalah prosuk pemikiran mereka yaitu DEMOKRASI.

    BalasHapus
  5. Mungkin semuanya harus sama-sama saling menasihati dan memberikan pengarahan yang tepat. Setelah mengetahui keuntungan perusahaan orang yahudi adalah untuk memerangi muslim, karena itu kita sebagai target mereka harusnya juga berhati-hati. Kritis. Toh kita tidak mau hanya mengedepankan ego kita dan menolak kebenaran, karena ada nasihat yang datang dari saudara kita. Teliti dan cermati. Ketahui dampaknya.

    Bumi semuanya milik Alloh, jadi Dia-lah yang berhak mengatur kita. Dan sebaik-baik hamba Alloh adalah hambaNya yang menegakkan aturan yang datang dari Alloh.

    BalasHapus