Selasa, 05 Februari 2013

ZIONIS LARANG 20 RIBU ANAK PALESTINA TINGGAL BERSAMA KELUARGANYA

Sumber: Hidayatullah 

(ZIONID GO TO HELL) --- Badan Al-Quds sangat berkepentingan atas pelanggaran – pelanggaran rasis yang dilakukan Zionis terhadap warga Palestina di Al-Quds, lebih dari 20 ribu anak-anak Palestina tak mendapatkan perlindungan. Mereka tak bisa tinggal bersama keluarganya di kota Al-Quds, demikian dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC) dari HAM Center Palestina dan Zionis.

 
Sekjen Badan Islam-Kristen untuk solidaritas Al-Quds, professor Hana Isa mengatakan, ada peningkatan yang signifikan terkait pelanggaran Zionis  terhadap warga Palestina melalui pencabutan hak tinggal bagi warga Palestina di Al-Quds dalam proyek ‘yahudisasi’ kota serta memangkas habis jumlah warga Arab seminimal mungkin.

Zionis berupaya mengosongkan kota Al-Quds dari penduduk aslinya secara hokum dan realitas.

Dalam pernyataanya, hari Senin (04/02/2013) Isa mengatakan, Zionis belum bisa menyembunyikan ketakutanya bila warga Al-Quds kembali ke wilayah perbatasan distrik kota Al-Quds.

Kondisi ini tentu akan mengganggu siasat mereka untuk membersihkan etnis Arab dari Al-Quds. Berdasarkan catatan yang ada, sebanyak 20 ribu anak terhalang mendapatkan perlindungan, karena jauh dari keluarganya, akibat persyaratan yang diterapkan pemerintah Zionis terhadap warga Palestina.

Perintah penhancuran

Sementara itu, Tim gabungan militer Zionis dan pemerintah sipil Zionis, hari Senin (04/02/2013) membagikan 20 surat perintah penghancurkan rumah, toko dan gedung untuk pesta di Anata, wilayah timur laut al Quds, berdekatan langsung kampung Fahidat di sebelah timur, 13 keluarga penghuni kampung tersebut telah menerima surat perintah penghancuran rumah mereka sepekan yang lalu.


Majdi Fahidat, warga kampung Fahidat, menyebutkan bahwa pasukan penjajah Zionis dalam jumlah besar bersama tim dari pemerintah sipil menyerbu daerah timur Anata dan menyerahkan perintah penghancuran 20 rumah yang dihuni lebih dari 50 jiwa. Di samping pertokoan yang menjadi tulang punggung ekonomi sejumlah keluarga. Perintah ini juga mencakup penghancuran sebuah gedung untuk pesta yang sudah dibangun sejak 10 tahun yang lalu.

Sumber-sumber lokal mengatakan rumah-rumah yang terancam dihancurkan berdekatan dengan kampung Fahidat yang rumah-rumahnya juga terancam dihancurkan.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar