Sabtu, 05 Januari 2013

HAMAS MENANGKAN PERANG MEDIA SOSIAL

      
Gaza, 23 Shafar 1434/5 Januari 2013 (ZIONIS GO TO HELL) – Gerakan perlawanan Palestina Hamas melancarkan perang media di internet sebagai respon terhadap serangan Israel dan untuk mengungkapkan pelanggaran Israel terhadap warga sipil Palestina dengan menggunakan alat-alat media baru melalui media sosial.

Sayap kanan militer Hamas Brigade Izzudin Al-Qassam telah memperoleh perhatian media karena penggunaan media sosial selama konflik terbaru dengan Gaza selama delapan hari pada bulan November 2012 lalu.
     "Informasi terkini melalui tweeter di media sosial telah memberikan aliran publik secara konstan bagi berita dari Timur Tengah, dan data statistik mengenai siapa yang telah terkena dampak konflik," kata Brigade Izzudin Al-Qassam dalam website resminya yang diterima Mi'raj News Agency (MINA), Sabtu pagi (5/12).
     Perdana Menteri Palestina Ismail Haniya juga pemimpin tertinggi Hamas memberikan penghargaan dan penghormatan atas peran wartawan dalam meliput dan memberitakan perjuangan rakyat Palestina menghadapi serangan terbaru  Israel ke Jalur Gaza.
 Hal itu disampaikan pada acara pemberian penghargaan yang dihadiri oleh keluarga wartawan pada akhir bulan November lalu.
     Dalam acara itu, Haniya juga menekankan pentingnya media massa dalam memberitakan ketangguhan dan perjuangan Palestina dalam  menghadapi Israel.
     Al-Qassam telah menggunakan akun mereka pada situs media baru untuk mengeluarkan peringatan atas serangan Israel di Jalur Gaza dan memberitahukan media tentang operasi Izzudin Al-Qassam dalam menyerang pangkalan militer Israel.
     Al-Qassam menggunakan media sosial  Facebook pada tahun 2007 (akun qassamps), sejak saat itu, perang untuk mendapatkan hati opini publik telah dimulai antara Al-Qassam dan Israel.
     Israel mencoba untuk menghasut pengurus Facebook untuk menghapus akun Al-Qassam, sehingga facebook merespon tekanan Israel dan menutup beberapa halaman yang dibuat Al-Qassam. Namun Al-Qassam masih terus berjuang kembali dengan cara membuat halaman lainnya.
Perang media yang paling penting adalah pada perang Israel terakhir di Gaza pada tahun 2012 dalam media sosial Twitter. Israel mencoba menggunakan media sosial Twitter dan YouTube untuk mempublikasikan pembunuhan warga sipil Palestina, namun Israel gagal karena dukungan yang kuat datang dari Gaza selama perang itu berlangsung.
     Al-Qassam mendirikan akun twitter pertamanya pada tahun 2008 (@AlqassamBrigade) dan mendirikan satu akun lainnya pada tahun 2009 (@qassambrigades), beberapa lembaga media besar telah mengikuti akun Al-Qassam di twitter, disamping wartawan, jurnalis dan para pendukung.
     Para pembuat akun Al-Qassam di twitter menggunakan tiga Bahasa yaitu bahasa Arab (@Qassam_Arabic), Inggris dan Ibrani. Pada bulan lalu, Al-Qassam mendirikan akun untuk juru bicara Brigade Izzudin Al-Qassam, Abu Obeida (@spokespers), dan telah mendapatkan banyak simpati.
     Mi'raj News Agency (MINA) sebagai portal kantor berita beralamat mirajnews.com sebagai lembaga kantor berita Islam berpusat di Jakarta, selama ini juga telah membantu mengadakan liputan perjuangan bangsa Palestina langsung dari Jalur Gaza.
Luncurkan Website Resmi Departemen Urusan Pengungsi Berbahasa Inggris
     Memperkuat jaringan di dunia maya, Hamas telah meluncurkan website resmi Departemen Urusan Pengungsi berbahasa Inggris.
     Direktur Departemen Urusan Pengungsi Hamas, Abdullah Hassouna, mengatakan, tujuan utama dari website ini adalah untuk menyampaikan suara para pengungsi Palestina di dunia bagi media asing dan lembaga-lembaga yang tertarik dalam perjuangan mereka.
     Website itu juga bertujuan untuk memperluas lingkaran perhatian internasional terhadap masalah para pengungsi.
     "Departemen Urusan Pengungsi akan membuat semua upaya untuk mencapai kemajuan dalam masalah pengungsi," tegas Hassouna.
     Website resmi Departemen Urusan Pengungsi itu telah diluncurkan pada Selasa malam (1/12) dengan alamat website www.drah.ps. (RANA).


Mi'raj News Agency (MINA) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar